TUGAS MERIVIU JURNAL PENELITIAN

(Dosen: Andreas Agung Kristanto, S.Psi.,M.A)

NIP 19811122 201404 1 001

 

 

 

Mereviu Jurnal Harus ada komponen-komponen berikut ini:

  1. Identitas
    1. Judul Jurnal Penelitian.
    2. Pengarang / Penulis Jurnalnya.
    3. Nama Jurnal, Tahun, Halaman, dan DOI (nomer identitas jurnal tersebut). DOI: adalah nomor label untuk menemukan jurnal penelitian tersebut secara cepat dalam dunia internet.
  2. Permasalahan (dan Hipotesis jika Penelitiannya KuaNTitatif)

Mengurai tentang Latar belakang mengapa penelitian ini dilaksanakan dan Hipotesis-hipotesis yang muncul dari permasalahan tersebut.

(semua riset ilmiah pasti berdasar dari adanya permasalahan di masyarakat atau di sisi kehidupan tertentu).

  1. Metode Penelitian (meliputi Peserta, Desain Penelitian, Prosedur, Analisis, Hasil).
    1. Peserta

Menjelaskan tentang jumlah dan kriteria Subjek dalam Penelitian (Populasi dan Sampel).

    1. Desain Penelitian

Rangkaian bagaimana Penelitian akan dilaksanakan dan menggunakan / melibatkan komponen-komponen apa saja. Bagaimana Proses / Teknik pengumpulan data-datanya.

    1. Prosedur

Pelaksanaan Penelitian.

    1. Analisis

Hasil Analisis data-data yang didapatkan dalam penelitian tersebut. Bagaimana Validitas dan Reliabilitas instrumen penelitiannya.

  1. Hasil

Hasil Penelitian tersebut.

  1. Diskusi / Pembahasan dan Kesimpulan

Statement / Kalimat pernyataan, anjuran dari penyusun jurnal tentang penelitian yang telah ia lakukan.

  1. Critical Analysis

(Note: Point Utama dosen dalam menilai Reviu Jurnal yang Anda kerjakan)

Ungkapan kalimat-kalimat anda sendiri (yang meReviu Jurnal) berupa: Pertanyaan, Pernyataan dan Argumen Anda terkait dengan isi / Topik Jurnal yang Anda reviu tersebut.

Misal:

    1. Anda mempunyai kemungkinan jawaban-jawaban lain untuk mengatasi Kelemahan penelitian yang telah diungkapkan oleh penulis jurnal.
    2. Menurut Anda, kemungkinan-kemungkinan apa saja dari Implikasi yang terkait dengan Topik Jurnal yang Anda reviu tersebut.
    3. Atau ada hal-hal lain yang muncul dalam pikiran Anda terkait dengan Topik Jurnal, menjadi suatu gagasan dan Penting untuk Anda sampaikan.

 

 

 

~ Selamat meReviu Jurnal ~

 

 

 

 

 

 

 

 

DISUSUN OLEH:

Rizki Dandihatina Hajar

(10/309152/PPS/2251)

 

 

MAGISTER PROFESI PSIKOLOGI KLINIS

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS GADJAH MADA

YOGYAKARTA

2010

  1. Identitas
    1. Judul Jurnal Penelitian. Positive Emotions in Early Life and Longevity: Findings from the Nun Study.
    2. Pengarang / Penulis Jurnalnya: Danner, D., Snowdon, A., & Friesen, V.
    3. Nama Jurnal, Tahun, Halaman, dan DOI (nomer identitas jurnal tersebut). DOI: adalah nomor label untuk menemukan jurnal penelitian tersebut secara cepat dalam dunia internet. Journal of Personality and Social Psychology, (2001). Volume Jurnal nomor 80, Halaman: 804-813.

DOI: 10.1037/0022-3514.80.5.804.

  1. Permasalahan (dan Hipotesis jika Penelitiannya KuaNTitatif)

Mengurai tentang Latar belakang mengapa penelitian ini dilaksanakan dan Hipotesis-hipotesis yang muncul dari permasalahan tersebut.

(semua riset ilmiah pasti berdasar dari adanya permasalahan di masyarakat atau di sisi kehidupan tertentu).

Permasalahan

a.                 Studi terbaru pada biarawati, yaitu studi longitudinal pada suster Katolik yaitu bahwa kemampuan bahasa pada kehidupan awal berhubungan dengan daya tahan pada kehidupan selanjutnya.

b.                 Pada penelitian sebelumnya, diperoleh hasil bahwa pada bagian awal, informasi, dan isi dalam autobiografi yang ditulis oleh biarawati berusia rata-rata 22 tahun, berhubungan kuat dengan daya tahan dan umur yang panjang selama 6 dekade selanjutnya.

c.                 Asumsi yang sama pada penelitian longitudinal yang terbaru dan penelitian-penelitian sebelumnya tentang emosi dan umur panjang yang menjelaskan bahwa emosi, temperamen, dan faktor fisik mungkin dapat mempengaruhi umur panjang.

  1. Metode Penelitian (meliputi Peserta, Desain Penelitian, Prosedur, Analisis).

 

Metode

a.           Peserta :

1)      Partisipan adalah anggota dari jemaat keagamaan School Sisters of Notre Dame, yang sebelum mereka lulus, tinggal dan mengajar di sekolah dalam kota di sebelah agak ke barat, timur, dan selatan US.

2)      Terdapat 678 suster setuju untuk berpartisipasi pada semua tahap penelitian dan memberikan persetujuan tertulis untuk mengizinkan pembuatan dokumen dan arsip yang berkelanjutan dan berpartisipasi pada asesmen tahunan dalam uji tahunan pertama, partisipan ini berumur 75 sampai 102 tahun.

3)      Partisipan ini memiliki riwayat pernikahan, aktivitas dan dukungan sosial yang sama, tidak merokok atau minum alkohol terlalu banyak, memiliki status sosial ekonomi dan pekerjaan yang sama, dan memiliki kartu kesehatan.

b.           Teknik Pengumpulan data:

1)  Pencarian arsip biara didapatkan melalui suster Mother Superior yang berasal dari Amerika Utara, yang tinggal di Milwaukee dan Wisconsin, yang mengirim surat pada 22 September 1930, peneliti meminta setiap suster Amerika Utara untuk menulis sebuah autobiografi.

2)  Jumlah tulisan autobiografi yang dipakai, berhubungan dengan biara dimana suster tinggal dan pada tahun ketika ia menulis kisah hidupnya. Pada jumlah autobiografi, ditemukan kriteria untuk partisipan yaitu dari biara Milwaukee, Wisconsin, Baltimore, dan Maryland, yang memenuhi janji keagamaan dan secara formal bergabung dengan organisasi keagamaan pada tahun 1931 sampai 1943.

3)  Dari 678 suster pada studi biarawati, 218 memenuhi janji mereka di dua biara selama periode waktu ini dan menulis autobiografi dari 180 (83%) partisipan, terdiri dari 101 partisipan dari biara Milwaukee dan Wisconsin, dan 79 dari biara Baltimore dan Maryland.

4)  Autobiografi :

Sejak tahun 1930, setiap suster yang memenuhi janji terakhir mereka, telah diminta untuk menulis sebuah rencana yang pendek dalam kehidupan melalui surat. Isi surat ini tidak lebih dari 300 kata dan harus ditulis pada satu lembar kertas, yang berisi tempat kelahiran, latar belakang keluarga, minat dan kejadian khusus saat masa kanak-kanak, perhatian pada sekolah, pengaruh utama di biara, kehidupan religius, dan peristiwa-peristiwa khusus.

c.           Prosedur Penelitian: Dengan cara Mengkoding autobiografi dan menghasilkan skor :

-          Semua koding dan reviu pada autobiografi dilakukan tanpa teori kesehatan atau status pendidikan partisipan. Dua ahli koding mengidentifikasi semua kata pada 180 autobiografi yang merefleksikan pengalaman emosional dan mengklasifikasikan autobiografi itu dalam aspek positif, negatif, dan netral. Kemudian ahli koding ketiga memeriksa setiap kata yang telah diberi kode untuk menentukan akurasi dan penentuan tipe spesifik pada pengalaman emosional atau laporan yang ditunjukkan oleh setiap kata.

-          Terdapat dua prosedur yang digunakan untuk menghasilkan skor positif, negatif, dan netral pada analisis utama. Prosedur utama yang secara manual menggunakan skor mentah pada kata-kata yang berisi emosi positif, negatif, dan netral. Prosedur kedua menggunakan kata-kata berisi emosi yang telah dikode tersebut untuk mengklasifikasikan setiap kalimat yang berisi satu atau lebih kata-kata negatif, positif, dan netral atau kata-kata yang tidak berisi emosi apapun.

-          Pada proses verifikasi/pemeriksaan, setiap kata yang berisi emosi yang tidak biasa, diklasifikasikan sebagai tipe yang spesifik pada emosi positif atau negatif (hanya emosi terkejut yang diskor pada katogori netral). Pada awalnya, tujuan kategorisasi adalah untuk membantu memeriksa skor positif, negatif, dan netral oleh ahli koding A dan B. Jika sebuah kata tidak dapat dikategorisasikan, validitasnya sebagai kata yang berisi emosi menjadi dipertanyakan.

d.           Analisis :

1)      Intercoder Reliability : dua tipe pada reliabilitas interkoder, mengukur semua persetujuan pada seleksi dan klasifikasi valensi dalam kata-kata yang berisi emosi dan tingkat skor yang diberikan ahli koding dan skor yang telah diperiksa dalam autobiografi yang telah dikorelasikan. Koefisien Kappa digunakan untuk mengukur semua persetujuan antara dua ahli koding pada seleksi dan klasifikasi kata-kata yang berisi emosi. Setiap skor yang diberikan ahli koding dan skor yang telah diperiksa, digunakan untuk menghasilkan perhitungan positif, negatif, dan netral untuk kedua kata dan kalimat pada setiap autobigrafi. Korelasi digunakan untuk mengetes perbandingan tiga tipe koding.

2)      Linguistic Measures : rata-rata muatan ide dan skor pada kompleksitas tata bahasa dihitung dari 10 kalimat terakhir pada setiap autobiografi. Muatan ide yang ditandai adalah jumlah rata-rata ide yang diekspresikan per 10 kata. Ide-ide yang diambil dari kata-kata dasar, khususnya kata kerja, kata sifat, kata keterangan, atau kata depan. Kata-kata dasar didapatkan atau disimpulkan secara kausal, temporal, atau hubungan lain antar ide juga dihitung.

3)      Data Analysis : pada analisis regresi, variabel ordinal menggunakan karakteristik tingkat persentil pada setiap tipe ekspresi emosional, yaitu jumlah kata yang berisi emosi positif. Variabel Binary menggunakan regresi untuk karakteristik tingkat kuartil pada setiap tipe ekspresi emosi. Tingkat persentil dan kuartil pada kata yang berisi tipe emosi diperoleh melalui pembagian antara dua biara. Hasil yang diperoleh adalah untuk mendapatkan perbandingan skala ekspresi emosi melalui biara karena pembagian kata-kata yang berisi suatu emosi menggunakan perbedaan antara dua biara ini. Analisis utama menggnakan 3 pengukran pada kata yang berisi emosi, yaitu: (a) tingkat persentil atau kuartil yang diperoleh dari jumlah kalimat yang berisi satu atau lebih kata yang berisi emosi positif atau negatif atau kata yang tidak berisi emosi apapun; (b) tingkat persentil dan kuartil yang diperoleh dari perhitungan manual pada kata-kata yang berisi emosi positif; dan (c) tingkat persentil dan kuartil pada perbedaan skor yang dihasilkan oleh perhitungan jumlah perbedaan skor kategori emosi positif pada setiap autobiografi.

  1. Hasil

a.       Partisipan Milwaukee menghasilkan jumlah rata-rata yang lebih rendah pada kalimat-kalimat yang berisi emosi positif daripada pada partisipan Baltimore (Milwaukee = 3.2, Baltimore = 9.7; p < .001), dan kalimat-kalimat yang berisi emosi negatif (Milwaukee = 0.6, Baltimore = 2.0; p < .001) dan kalimat-kalimat tanpa emosi (Milwaukee = 14.1, Baltimore = 23.5; p < .001)

b.      Pada model regresi Cox pertama, peneliti harus melakukan pemeriksaan angka kematian dengan menggunakan tingkat persentil pada kalimat-kalimat yang berisi emosi positif, negatif, atau tanpa emosi sesuai dengan umur dan tingkat pendidikan. Hasilnya adalah signifikan apabila digabungkan antara tingkat persentil dalam jumlah kalimat positif pada autobiografi di awal kehidupan dan resiko pada angka kematian dalam akhir kehidupan pada setiap biara dan kedua biara yang dikombinasikan. Sehingga, hasilnya tidak signifikan antara resiko pada angka kematian dan tingkat persentil pada jumlah kalimat yang berisi emosi negatif atau tanpa emosi.

c.       Pada analisis regresi Cox menunjukkan hubungan yang kuat antara tingkat kuartil pada jumlah kalimat emosi positif dan daya tahan. Nilai median usia adalah 86.6 tahun pada kuartil paling rendah untuk jumlah kalimat emosi positif, 86.8 pada kuartil kedua, 90.0 pada kuartil ketiga, dan 93,5 pada kuartil tertinggi, sehingga terdapat perbedaan 6.9 tahun antara kuartil terendah dan tertinggi. Kurva daya tahan pada dua pengukuran lainnya pada emosi positif menunjukkan hubungan yang kuat dengan daya tahan, sehingga perbedaan median usia kematian antara kuartil tertinggi dan terendah adalah 9.4 tahun untuk jumlah kata yang berisi emosi positif dan 10.7 tahun untuk jumlah perbedaan emosi positif.

  1. Diskusi

Statement / Kalimat pernyataan, anjuran dari penyusun jurnal tentang penelitian yang telah ia lakukan.

 

Diskusi

1.    Hasil studi ini sesuai dengan hipotesis pada studi biarawati sebelumnya pada penelitian longitudinal yang terbaru tentang emosi dan umur panjang yang menjelaskan bahwa emosi, temperamen, dan faktor fisik mungkin dapat mempengaruhi umur panjang.

2.    Hasil studi ini sesuai dengan hasil studi biarawati sebelumnya yaitu bahwa terdapat hubungan yang kuat antara emosi positif pada autobiografi yang ditulis pada masa dewasa awal dan umur panjang pada 6 dekade selanjutnya.

Kesimpulan

1.   Peneliti ingin meneliti lebih lanjut mengenai hubungan antara emosi positif dengan daya tahan dan umur panjang pada suster di biara Milwaukee, Wisconsin, dan Baltimore, Maryland.

2.   Dari 678 partisipan awal, yang mengikuti penelitian sebanyak 180 partisipan.

3.   Metode penelitian menggunakan Mixed methods (metode kualitatif dan kuantitatif). Metode kualitatif dengan cara autobiografi dan koding, sedangkan metode kuantitatif menggunakan intercoder reliability, linguistic measures, dan analisis regresi.

4.   Pada analisis regresi Cox menunjukkan hubungan yang kuat antara tingkat kuartil pada jumlah kalimat emosi positif dan daya tahan, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara emosi positif dan daya tahan. Namun tidak terdapat hubungan antara angka kematian dengan emosi negatif atau tanpa emosi.

 

6.     Critical Analysis

a.           Keterbatasan studi yaitu :

-          Tidak menggunakan alat ukur psikologi yang khusus untuk mengukur emosi, sehingga perlu diuji validitas dan reliabilitasnya.

-          Pada proses verifikasi/pemeriksaan, terdapat kesulitan dalam mengkategorisasikan kata-kata yang berisi emosi yang tidak termasuk dalam kategori positif, negatif, dan netral

-          Tidak semua biarawati bersedia memberikan informasi mengenai kisah hidup mereka.

-          Kesulitan dalam menemukan biarawati yang sesuai kriteria penelitian.

-          Ahli koding terlalu sedikit/tidak sesuai dengan jumlah partisipan.

-          Partisipan yang bersedia mengisi informed consent, jumlahnya banyak berkurang ketika menjadi partisipan pada penelitian karena beberapa faktor, salah satunya yaitu karena kematian.

-          Ahli koding tidak semua berasal dari latar belakang pendidikan psikologi.

Untuk mengantisipasi dan mensikapi keterbatasan studi tersebut, solusi yang hendak saya sampaikan adalah:

a.       ---------------

b.      ---------------

c.       ---------------

b.           Implikasi :

-          Menggunakan alat ukur psikologi yang lebih spesifik untuk mengukur emosi agar lebih valid dan reliabel

-          Peneliti mampu meyakinkan partisipan agar mampu berpartisipasi dalam penelitian ini

-          Dapat menjelaskan aspek-aspek dalam emosi positif, negatif, dan netral secara lebih spesifik dan sesuai dengan teori yang berkaitan.

-          Ahli koding berjumlah banyak/sebanding dengan partisipan dan dengan latar belakang pendidikan psikologi agar hasil pengukuran lebih valid dan reliabel

-          Penelitian ini mampu memberikan kriteria partisipan yang sesuai dengan variabel penelitian.

 

------------------- = -------------------

END