Tulisanku yang Terakhir

Rama mulai khawatir pada Ferdi. Beberapa hari terakhir ini, Ferdi selalu saja terlihat depresi di depan laptopnya. Entah apa yang membuat Ferdi begitu cemas. Terkadang, Ferdi terlihat seperti susah bernapas. Apakah tugas kampus yang begitu menggunung membuat Ferdi menjadi stres? Ataukah ada perkara lain yang membuatnya merasa tertekan?

Rama mendekati Ferdi yang memilin-milin beberapa helai rambutnya dengan telunjuk kanannya. “Fer, kelihatannya kamu lagi tertekan,” ucap Rama.

“Biasa aja sih. Aku baik-baik aja kok, Rama.”

Ferdi merasa seperti tidak percaya pada ucapan Ferdi. Terlihat kalau Ferdi sepertinya membutuhkan bantuan psikologis. Mungkin saja Ferdi sedang mengerjakan tugas yang dia sendiri tidak tau cara menyelesaikannya. Atau, kondisi kejiwaannya sendang tidak siap dengan berbagai tugas dari dosen yang senantiasa datang dan tak pergi.

“Lagi ngerjain apa sih?” Rama kembali bertanya.

“Ini loh, lagi ngerjain tantangan One Day One Post. Kan minggu ini kita harus membuat cerita dengan karakter yang kuat. Sedangakan aku kan nggak biasa nulis cerita. Jadinya ya memang agak susah sih. Tapi, kalau misalnya aku nggak ngerjakan tuh tantangan, digepak aku bisa-bisa dari komunitas ni. Ntar malah nggak rajin lagi nulis di blog. Kan sayang banget. Udah aku nyewanya seratus lima puluh ribu lagi per tahun yang dotcomnya.”

“Oh gitu. Lanjutkan lah,” jawab Rama sekenanya lalu pergi meninggalkan Ferdi, menuju dapur untuk membuat kopi.

“Eh.”



Media Sosial

Instagram LINE Surel Whatsapp