Hackers are Doers

Hackers are doers. Peretas itu melakukan.

— Anonymous

Terkadang orang mengaku-ngaku dirinya sebagai peretas. Dia menunjukkan kalau dia sudah menguasai bahasa pemrograman A, B, C, sampai Z. Dia juga mengatakan bahwa kalau dia ingin, bisa dirusaknya server BIN, CIA, FBI, dan server-server lainnya. Tapi bukti nyatanya mana? pikirku.

Peretas itu melakukan… Tidak perlu mengaku-ngaku diri sebagai peretas kalau kita belum bisa melakukan apappun. Walaupun ada orang yang mengatakan bahwa dia hanya bisa membajak Facebook dan tidak bisa kemampuan lainnya, apakah dia sudah bisa dikatakan sebagai peretas? Tentu saja iya, karena dia telah melakukan. Tapi, kalau menurutku, peretas itu jangan melakukan sesuatu yang negatif macam membajak Facebook atau Instagram orang lain, itu kan namanya menzolimi. Coba deh, punya kemampuan meretas itu untuk sesuatu yang lebih baik, macam mengumpulkan duit. Asalkan bukan ngumpulin dari kartu kredit orang lain. Hehehehe… Itu mah namanya nyolong.

Selain melakukan berbagai aktivitas yang berbau digital, dapat dikatakan sebagai peretas juga kalau dia “melakukan” hal-hal lain seperti sosial. Ada kan biasa kita sebut sebagai meretas psikologi orang lain? Nah, kata kuncinya dari meretas itu kan melakukan. Kalau belum melakukan, berarti belum bisa dikatakan sebagai peretas.

Kalau misalnya contoh meretas yang bukan berbau digital seperti yang aku sebutkan di atas tadi, meretas psikologi seseorang, berarti kan dia bisa mengendalikan perasaan dan pikiran orang lain. Itu bagus juga. Keren malah. Apalagi kalau kita berada di sekumpulan massa, dan kita bisa menggerakkan mereka, nah bisa dikatakan sebagai peretas tuh.

Jadi, peretas bukan hanya berkutat pada teori aja atau wacana ini, wacana itu. Peretas harus melakukan. Kita kan sudah mempelajari berbagai hal sebagai pengetahuan meretas, misalnya kalau di dunia digital, ada C, C++, PHP, Python, Ruby, Linux, Kali, ASP, Julia, Bash, dan pengetahuan-pengetahuan lain di dunia digital. Sedangkan di keilmuan psikologi, ada teori-teori psikoanalisa, behaviioristik, humanistik, teknik-teknik konseling, psikoterapi, hipnosis, grafologi, membaca gesture, micro expression, dan berbagai pengetahuan-pengetahuan lain di bidang psikologi. Kalau bidang yang lain lagi apa ya… Monggo kalau ada yang tau, dijawab di kolom komentar di bawah.



Media Sosial

Instagram LINE Surel Whatsapp