Entah Apa yang Mempengaruhi Mereka....

Manusia,

Selalu unik untuk digali. Akan selalu ada hal-hal baru dari makhluk yang satu ini, yaitu kita. Salah satunya adalah suatu pertanyaan besar tentang tingkah laku kita: Apa sih yang sebenarnya dapat mempengaruhi kita? Mengapa kita senantiasa terpengaruh? Apakah manusia tidak bisa lepas dari kekangan pengaruh?

Oh iya, ada satu kosakata baru yang kemungkinan akan muncul di tulisan ini: determinasi, artinya pengaruh. Moga aja nggak muncul ya kosakata ini.

Beberapa hari terakhir ini, aku bergaul dengan beberapa orang penggiat sastra. Entah mengapa, aku berpikir bahwa tingkah lakunya berbeda, begitu pula dengan pemikirannya, dan konsep-konsepnya.

Apa yang mempengaruhi mereka?

Salah satu dari tingkah laku para penggiat sastra yang membuatku takjub adalah kemampuan mereka membaca cerpen-cerpen maupun novel-novel yang panjang, bahkan dapat meresapi berbagai karakter, latar, dan alur cerita. Kok nggak bosan gitu loh? Padahal kan teks semua? Kalau bagi aku yang sebenarnya nggak bisa apa-apa, tapi sok-sok-an jadi penggiat sastra, cuma geleng-geleng aja aku dalam hati. Rasanya itu, seperti tertimpa tulisan-tulisan berkali-kali (kalau kamu pernah nonton Hyouka, pasti paham maksudku).

Kemudian, kami saling bertukar cerita. Aku mencoba menyodorkan cerita buatanku yang memiliki gaya bahasa mirip dengan salah satu penulis terkenal (ehem), tapi maaf ya, nggak kusebutkan namanya di sini, siapa penulis terkenal itu (biar kalian penasaran. Hehehehe…). Setelah dia membacanya, ternyata ada beberapa kekurangan di dalam cerita yang kubuat (oh no…), dan menurutku fatal banget sih: karakter yang kurang kuat, latar yang kurang pas, alur yang terlalu cepat (kayaknya kalau ini nggak terlalu masalah), dan yang paling fatal adalah persepsi pembaca dan penulis yang sangat berbeda bahkan bertentangan. Waduh! Padahal kan di ceritanya, aku ingin mengatakan bahwa orangtua si tokoh benar-benar bangkrut dan dia berbohong bahwa berita bangkrutnya adalah hoax, itu maksudku. Tetapi, sama kawanku si penggiat sastra itu, mikirnya bahwa bapak si tokoh, bangkrut beneran. Kan 180 derajat tuh perbedaannya.

Harus banyak-banyak latihan nih.

Ganbarimasu!



Media Sosial

Instagram LINE Surel Whatsapp