Di Saat Berbagai Idealisme Saling Berebut Suara, Apakah Kita Diam Saja?

Dunia senantiasa berubah. Berbagai aliran, mazhab, pemikiran, senantiasa datang, datang, dan datang. Tak ada aliran pemikiran yang hilang, yang ada hanyalah modifikasi, peleburan ke dalam pemikiran lainnya, atau bergerak di bawah tanah namun senantiasa melontarkan propaganda-propaganda supaya aliran pemikirannya tidak redup. Kita tidak bisa mengatakan bahwa suatu aliran pemikiran ketinggalan zaman dan aliran pemikiran lainnya lebih modern. Karena pada hakikatnya, aliran pemikiran tidak terikat oleh zaman. Pemikiran-pemikiran yang ada saat ini adalah pemikiran-pemikiran yang sudah ada sejak zaman dahulu namun senantiasa divermak, dipoles, disesuaikan sedemikian rupa sehingga bisa mengikuti perkembangan zaman. Aliran pemikiran yang bergerak di bawah tanah sejatinya bukanlah aliran pemikiran yang ketinggalan zaman, namun senantiasa dimusuhi oleh aliran pemikiran lain, terutama oleh aliran pemikiran yang berkuasa saat ini.

Tahukah kita bahwasanya aliran pemikiran yang kita lihat saat ini sudah ada sejak zamannya Firaun, Raja Namrudz, bahkan sejak zamannya Nabi Adam. Mengapa? Bukankah aliran pemikiran adalah produk pemikiran? Maka, sejak pertama kali manusia bisa berpikir, di situlah aliran pemikiran pertama kali diproduksi. Uniknya dari aliran pemikiran ini adalah satu saja aliran pemikiran bisa membuat orang lain memikirkan sesuatu yang sama. Misalnya saja bagi orang yang memiliki aliran pemikiran hedonisme. Apakah aliran pemikiran itu hanya dipegang teguh oleh satu orang? Tentu tidak. Ada sekian banyak orang yang memegang aliran pemikiran yang sama. Manusia saling mempengaruhi satu sama lain. Maka, hekekat kehidupan pemikiran manusia adalah mempengaruhi dan dipengaruhi. Selama manusia hidup, maka selama itulah dia mempengaruhi atau dipengaruhi oleh manusia lain. Makanya, orang-orang yang hidup di dalam penjara sendirian mengalami stres yang cukup tinggi dikarenakan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yaitu saling berkomunikasi.

Kita sebagai mahasiswa telah dilatih untuk dapat mengeluarkan gagasan kita kepada publik. Maka, sangat disesalkan apabila seorang mahasiswa tidak berani mengeluarkan pendapatnya dengan dalih “rasa malu”. Kamu berpakaian? Lantas, apa yang membuatmu malu? Lebih mirisnya lagi, apabila mahasiswa tersebut hanya membicarakan di belakang berbagai unek-unek yang seharusnya dia lontarkan. Ke mana saja kamu ketika kesempatan itu datang? Berbicara di belakang nggak akan memberikan efek apapun pada kehidupan di masyarakat. Yang ada hanya kamu menambah sakit hatimu.

Bagi orang yang memiliki pemikiran yang lurus, jangan dipendam saja pemikiran itu. Utarakan. Suarakan. Ingatlah selalu bahwa manusia saling mempengaruhi. Ketika pemikiranmu itu hanya kamu sendiri saja yang mengetahuinya, kelak ketika kamu tiada, pemikiran itu mati, sedangkan manusia berada di dalam kesesatannya dikarenakan hilangnya satu ilmu berharga yang hanya kamu yang tau. Sayang banget kan?

Sebagai bloger, menyuarakan pendapat adalah anugrah yang luar biasa. Bayangkan, ada berapa banyak kawan kita yang ingin blogging namun terkendala pada pengetahuan, biaya, koneksi internet, dan ide. Jadi, manfaatkanlah benar-benar kesempatan berharga ini.



Media Sosial

Instagram LINE Surel Whatsapp