Membiasakan Pola Pikir Salah?

Pasti ada deh ya, dalam kehidupan kita itu, kita membuat pola pikir yang salah. Nggak mesti memikirkan bahwa bumi itu datar baru disebut pola pikir yang salah. Kadangkala, suatu pola pikir yang sederhana saja bisa salah dan kita padahal sudah mengetahui kesalahannya tapi tidak mengubahnya.

Contoh dari pola pikir yang salah adalah:

  1. Tidak mengapa kalau tidak membaca Quran
  2. Salat terlambat nggak papa, daripada nggak
  3. Mengerjakan tugas itu sekadarnya saja, nggak usah terlalu dipaksakan
  4. Nggak perlu kerja keras. Toh, hasilnya sama aja

Dan masih ada banyak pola pikir yang salah namun tetap kita lakukan.

Apa Parameter Sehingga Suatu Pemikiran Dikatakan Sebagai Pemikiran yang Salah?

Ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu pola pikir dikatakan sebagai pola pikir yang salah. Yang pertama adalah berdasarkan ideologi, keyakinan, agama, atau falsafah yang kita percayai. Apabila kita tau bahwa sesuatu yang kita pikirkan adalah sesuatu yang salah, maka jangan dilakukan. Ketika kita masih nyaman saja melakukan, berarti itu adalah pola pikir yang salah dan tidak kita ubah.

Berikutnya adalah kebiasaan masyarakat sekitar atau budaya. Terkadang sesuatu yang biasa saja, menjadi perhatian lebih di masyarakat. Contohnya adalah di salah satu desa, menggunakan peci dan sarung ketika akan salat adalah sesuatu yang harus dikenakan walaupun tak bisa dikatakan sebagai wajib. Ketika kita memikirkan bahwa tidak mengapa melanggarnya, maka kita membentuk pola pikir yang salah dan harus diubah.

Terkadang kita tak tau yang mana dari pola pikir kita yang salah. Maka, yang kita butuhkan adalah kepekaan.



Media Sosial

Instagram LINE Surel Whatsapp