Mengenal Sang Behavioris Radikal

Skinner. Itulah namanya. Sang behavioris radikal yang kini dikenal sebagai salah satu pendiri aliran behavioris di dalam psikologi. Kalau di perkuliahan, sering kali nama Skinner disebutkan kedua, setelah Pavlov. Mungkin sih dikarenakan eksperimen Pavlov yang menggunakan anjing itu, dilakukan sebelumnya eksperimen Skinner yang menggunakan tikus. Tapi, sebenarnya bukan di situ titik tekan dari aliran behaviorisnya Skinner yang kontroversial.

Coba kita kilas balik ya, bentuk eksperimen dari kedua tokoh behavioris ini. Mungkin masih banyak kawan-kawan yang belum mengetahuinya, terutama yang belum pernah mengikuti kuliah tentang aliran-aliran psikologi, maupun yang belum membaca buku atau artikel daring tentang kedua tokoh ini.

Eksperimen Pavlov

Eksperimen Pavlov lebih dikenal sebagai kondisioning klasik. Eksperimen ini menggunakan anjing sebagai subyek percobaan. Pertama, anjing diberikan suara bel, lalu diberikan makanan tepat setelah dibunyikan bel tersebut. Otomatis, anjing tersebut mengeluarkan air liur setelah diberikan makanan tersebut. Begitu seterusnya sehingga ketika dibunyikan suara bel, anjing akan mengeluarkan air liur walaupun tidak dihadirkan makanan setelahnya. Itu artinya, anjing telah terkondisi.

Eksperimen Skinner

Kalau eksperimen Skinner, dia menggunakan subyek tikus. Jadi, di dalam sangkar tikus, diberikan dua tombol. Salah satu tombol, apabila ditekan, akan mengeluarkan makanan, sedangkan di tombol lain, apabila ditekan, akan mengeluarkan kejutan listrik. Tikus akan terus mencoba-coba tombol tersebut hingga akhirnya tikus hanya akan menekan tombol yang tepat. Inti dari eksperimen ini adalah tentang reward and punishment, inti dari kondisioning operan.

Kalau dilihat dari kedua eksperimen tersebut, dari masing-masing tokoh, sepertinya sesuatu yang biasa ya? Nggak ada gregetnya ya? Terus, apa ya maksud dari artikel ini yang cenderung mengedepankan sosok Skinner sebagai behavioris radikal? Apakah judul ini hanya jebakan?

Tentu tidak.

Kalau dari berbagai buku yang saya baca, Skinner sangat bersikeras bahwa tidak peduli apa latar belakang dari seseorang, semua orang bisa dibentuk sesuai dengan yang dia inginkan. Misalnya ada 10 bayi yang akan dibentuknya menjadi tentara, maka tidak peduli apakah ada seorang bayi yang orang tuanya adalah orang yang pesimis, tiga bayi yang orang tuanya memiliki skor IQ yang rendah, atau ada lima bayi yang orang tuanya adalah pecandu narkoba. Menurut Skinner, dengan teknik-teknik behavioris, semua bayi tersebut bisa dibentuk sesuai keinginannya, apapun sifat-sifat bawaan dari orang tuanya.

Berbeda jauh ya, dengan aliran psikoanalisa versi Jung yang mengatakan bahwa alam bawah sadar kolektif, yaitu berbagai karakter bawaan sukunya, menciptakan diferensiasi apabila dibandingkan dengan golongan maupun suku yang berbeda.

Bahkan, saking radikalnya Skinner, dia telah menulis sebuah novel yang berisi tentang pandangan-pandangan utopis mengenai kehidupan yang ideal. Di dalam novel itu tertuang tentang bagaimana peran dari behavioris ini, semua serba aturan, sehingga menciptakan kehidupan yang ideal. Tentunya pandangan seperti ini ditentang oleh banyak pihak, terutama pergerakan psikologi aliran ketiga yaitu humanistik yang malah mengangkat kembali nilai-nilai dari psikoanalisa.



Organisasi

Himapsi ILMPI ODOP