Facebook BW WA Github Cari



Artikel Cerpen List Musik Pemrograman Puisi


Benarkah Kita Sudah Merdeka?

17 August 2017

17 Agustus tahun 45
Itulah hari kemerdekaan kita
Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Mer...de...ka...
Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih dikandung badan
Kita tetap setia, tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia, tetap sedia
Membela negara kita...

Pertanyaannya: Sudahkah kita merdeka?

Setelah diajukan pertanyaan ini, secara otomatis kita akan membayangkan kehidupan susah adek-adek kita yang hingga saat ini masih dilanda kemiskinan, bunda-bunda kita yang hingga saat ini semakin dibuat pusing dengan harga bahan-bahan makanan yang semakin menanjak, ayah-ayah kita yang semakin bingung bagaimana mencari nafkah sedangkan daya beli masyarakat semakin menurun dan modal-modal barang perniagaan yang senantiasa naik.

Sudahkah kita merdeka?

… kalau uang kuliah saja semakin tahun semakin mahal. Apakah benar pemerintah serius dalam mencerdaskan putra-putri terbaik bangsa ini? Pak presiden, pak menteri, pak siapa aja di jajaran tertinggi bangsa ini, coba deh lihat kondisi kawan-kawan kami di kos-kosannya yang setiap hari bingung mau makan apa. Kalau makan mi lagi, ntar sakit dan harus membayar biaya yang sangat mahal untuk berobat. Bantuan dana kesehatan? Ah, sudahlah meninabobokan kami dengan proker-proker yang hanya jadi sarang korupsi. Kita sudah lelah. Kita tentunya ingin merdeka; merdeka dari penderitaan berkepanjangan tiada henti, merdeka dari janji-janji manis yang hanya jadi micin politik, merdeka dari berbagai persoalan bangsa yang tiada hentinya (ya, terima kasih kepada semua awak media yang semakin merunyamkan hari-hari kami).

Tapi ya….

… tentunya sangat nggak adil kalau kita selalu menyalahkan, menyalahkan, dan menyalahkan. Kita tau kok kalau kita ini nggak tau diri; cuma bisa memprotes tapi nggak bisa berbuat. Kita tau kok kalau kritik kami ini, kekesalan kami ini, hanya akan dijadikan “kuda putih” oleh ideologi sebelah untuk meruntuhkan Pancasila. Apakah kami menginginkan itu? Tentu tidak. Kami tak ingin menjadi bagian dari teori pertentangan kelas yang hanya akan menguntungkan orang-orang yang licin lidahnya demi mengganti ideologi bangsa. Kita tak ingin itu. Kita hanya ingin setiap aksi kita didengar. Kita hanya ingin bangsa ini menjadi lebih baik.

Oke, cukup basa-basinya.

… sekali lagi kami sadar kalau kami belum bisa berbuat apa-apa, hanya bisa kritik, kritik, dan kritik. Tapi, setidaknya itu lebih baik daripada sepi. Ya, sepi seakan-akan negeri ini damai saja; macam di Arab. Nggak bos. Negeri kita banyak masalah, namun kita hanya menutup mata, menutup hati. Buat apa sih memikirkan persoalan bangsa yang nggak ada habisnya? Mending kan mengerjakan tugas negara di bawah naungan AC sambil mendengarkan lagu terbaru dari girlband Korea, terus buka laci, keluarkan semua kudapan, malamnya dinner di kafe, kalau ada proyek baru, bisa lah manipulasi dikit angka-angkanya, itung-itung nambah gaji bulanan yang dirasa “kurang” buat biayain selir-selir di hotel. Lagian juga untuk apa memikirkan bocah-bocah tengik di kolong jembatan yang bisanya hanya mengeluh, mengeluh, dan mengeluh. Coba cari duit sana! Apalagi menghadapi mahasiswa sok idealis. Hah! Untuk bayar kos aja bingung, gitu mau nuntut pemerintah.

Di sini negeri kami
Tempat padi terhampar
Samuderanya kaya raya
Tanah kami subur tuan...

Di negeri permai ini
Berjuta Rakyat bersimbah rugah
Anak buruh tak sekolah
Pemuda desa tak kerja...

Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Tuk bebaskan rakyat...

Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Padamu kami berjanji...

What to Do?

(Oh iya, mulai postingan yang ini, kuusahakan ada bagian what to do supaya kita nggak hanya beropini tapi ada langkah nyata)

  1. Lakukan yang terbaik di masa-masa damai ini sebagai rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh orang-orang zaman dulu
  2. Jangan pernah menyerah memperjuangkan kemerdekaan karena sejatinya penindasan akan senantiasa ada walaupun sudah tak ada penjajahan oleh negara asing

Sumber gambar: img15.deviantart.net/76e2/i/2017/076/5/1/hut_ri_72_logo__text_indonesia_pasti_bisa__by_imahkudesain-db2oh0g.jpg

#artikel #kehidupan #renungan #edit

Tulisan Menarik Lainnya dalam Kategori Artikel

Baca Juga Ya


Copyright © 2018 Zen All Right Reserved - Created by Zen