Facebook BW WA Github Cari



Artikel Cerpen List Musik Pemrograman Puisi


Satu Detik Itu Berharga Sekali

14 August 2017

Mari kita tanyakan pada orang yang menghadapi sakaratul maut, akankah ia pengen hidup sebentar walaupun itu hanya satu detik?

Terkadang kita begitu meremehkan waktu. Dia ibarat air yang mengalir di pandangan kita, nggak ada faedahnya gitu. Sehingga, waktu yang telah berlalu, biarlah berlalu. Waktu yang hampa, dibiarkan ‘membusuk’. Lalu, mengapa kita tidak segera bertindak mengisi kekosongan itu?

Ketika kita berbicara tentang waktu, maka kita berbicara tentang efektifitas. Jangan sampai ada kekosongan dalam hari-harimu! Isilah segalanya dengan hal yang bermanfaat. Bukankah kita belum nyapu-nyapu rumah? Bukankah kita belum ngerapiin-ngerapiin buku? Bukankah kita belum menulis untuk bahan blogging esok hari? Bukankah kita belum membaca buku? Bukankah kita belum membaca Al Quran?

Lalu, mengapa masih ada istilah ‘wasting time’ bagi kita?

Tidakkah cukup waktu tidur sebagai waktu istirahat bagi kita?

Apakah kita ingin terus mengalami degradasi ketika bangsa-bangsa lain maju?

Apakah kita ingin terus ‘terjajah’?

Di manakah posisi kita ketika kawan-kawan kita di benua yang berbeda sudah bangun pagi-pagi sekali, berkarya, lalu membuat perubahan bagi negeri?

Benarkah kita ingin menjadi lebih baik?

Sumber gambar: 1.bp.blogspot.com/-eHEZTftRJto/VqFYdU1UO0I/AAAAAAAABoA/sdWOKGTFckc/s1600/hope.jpg

#artikel #renungan #kehidupan #edit

Tulisan Menarik Lainnya dalam Kategori Artikel

Baca Juga Ya


Copyright © 2018 Zen All Right Reserved - Created by Zen