Tubuh yang Diam, Tubuh yang Bergerak

Kalau kupikir-pikir, bergeraknya otak itu selaras dengan tubuh yang bergerak. Ketika tubuh kita diam saja, sukanya tidur-tiduran aja, nggak mau ngapa-ngapain, pikiran kita pun akan stagnan, nggak ngapa-ngapain juga. Coba kalau kita bergerak, melakukan aktivitas apapun itu, lebih bagus lagi kalau aktivitas yang berguna, tentunya kan otak kita juga bergerak, nggak diam aja.

Sekarang, kita tinggal memilih, apakah kita diam saja atau bergerak.

Di dalam semua pilihan tentu ada konsekuensinya. Ketika kita bergerak, mungkin terasa capek dan pada awalnya kita akan merasa menyesal karena menjauhi tempat kita bersantai, tempat kita bermalas-malasan, apalagi kalau aktivitas yang akan dilakukan lumayan berat, salah satunya adalah berpikir. Kalau aktivitas yang biasa aja kan, enak ya, tinggal dilakukan aja. Kalau aktivitas yang menggunakan berpikir, itu biasanya sangat menguras tenaga karena yang capek adalah mental kita bukan tubuh kita.


Ingin mendapatkan kabar terbaru dari dunia teknologi dan lifehack? Klik media sosial di bawah ini

Facebook Twitter LINE Telegram Android RSS