Kuncinya adalah Ketekunan

Belajar adalah proses yang “menyakitkan”. Kita harus tangguh, harus disiplin, dan tentunya juga harus tekun. Kalau kita menjadikan kehidupan kita ini sebagai ajang belajar, maka ketekunan adalah kunci agar kita bisa menguasainya. Nggak cuma dalam hal belajar aja sih, dalam pekerjaan juga kita harus tekun.

Suatu pekerjaan maupun pembelajaran apabila tidak dilakukan dengan tekun, maka hasilnya akan mengecewakan. Kita tidak bisa mendapatkan hasil sempurna, seperti yang kita inginkan. Misalnya saja dalam hal menghapal Quran. Menghapal Quran membutuhkan ketekunan ekstra tinggi. Kalau kita nggak tekun, kalau kita mudah menyerah, maka target 30 juz itu adalah hal yang sangat berat dan sepertinya sangat tidak mungkin kita capai. Makanya, orang menghapal Quran itu biasanya dilakukan secara berkelompok, entah itu di mahad tahfidz maupun di rumah-rumah tahfidz.

Memang sih kita sering kehilangan fokus untuk tidak tekun. Tapi, kita bisa mengantisipasinya dengan cara berkumpul dengan orang-orang yang tekun. Kalau kita nggak bisa menemukan orang yang tekun, kurasa menonton anime juga bisa menyebabkan kita tekun. Coba deh kita bayangkan bagaimana ketekunan Si Railgun Tokiwadai di To Aru Kagaku no Railgun sehingga dia bisa mencapai level 5, level terkuat di Kota Akademi, bagaimana pula ketekunan Rem di Re:Zero sehingga dia bisa menyelesaikan tugas-tugasnya dengan sempurna, atau ketekunan Kirito di Sword Art Online sehingga dia menjadi pemain terkuat di Aincrad, kalau di novel, kita lihat ketekunan Vrey dalam Ther Melian sehingga dia bisa menyelesaikan segala sesuatunya dengan sempurna. Lihat kan, begitu banyak contoh yang membuat kita menjadi seseorang yang tekun.


Ingin mendapatkan kabar terbaru dari dunia teknologi dan lifehack? Klik media sosial di bawah ini

Facebook LINE