Mengapa Susah Menulis?

Mengapa susah menulis? Jawaban pastinya ada satu: lagi nggak niat nulis.

Ingat kembali bro ketika Rasulullah mengatakan bahwa setiap amal itu tergantung pada niatnya. Kalau kita nggak niat ngerjakan sesuatu ya pasti agak berat sih menjalaninya. Nah, bagaimana caranya ya supaya kita bisa niat nulis?

Tentunya pertama kita harus membangun dulu pola pikir di otak kita bahwa kita harus menulis saat ini juga, bahwa menulis itu kayak makan nasi, kalau nggak nulis nggak kenyang gitu, terus tanamkan juga bahwa dengan menulis ini kita bisa jadi tambah wawasan, tambah pahala juga karena setiap siapapun yang membaca tulisan kita di blog dan terbantu dengan jawaban yang kita berikan, orang itu akan sangat berterima kasih kepada kita karena telah mengadakan jawaban itu di hadapannya.

Kalau kita nggak bisa menyuruh otak kita bagaimana? Mungkin karena kita memang benar-benar bebal lah, nggak mau nulis biar bagaimanapun caranya. Nah, berarti kita pakai terapi perilaku nih, supaya pikiran kita tentang tulisan itu muncul dan kita jadi semangat menulisnya. Oh iya, terapi perilaku itu bagaimana ya? Gampang aja, ya nulis aja sudah. Hahaha…

Oh ada satu lagi ding lupa, sebelum terapi perilaku, kita bisa juga kumpul sama kawan-kawan kita yang memang hobi nulis, nah ntar kita ketularan tuh jadi semangat pengen nulis juga, nggak peduli apakah semangatnya karena supaya dapat duit atau popularitas, yang penting dapatkan motivasinya itu bro.

Nah, kalau masih belum bisa juga dengan cara-cara di atas, kita gunakan senjata terakhir kita: psikologi terbalik. Jadi, karena pengen nulis, yang harus kita lakukan adalah nggak usah nulis, lakukan aja kegiatan yang lain. Anggap aja nulis tu nggak penting. Nah, nanti kita akhirnya kangen nulis dan akhirnya nulis.


Ingin mendapatkan kabar terbaru dari dunia teknologi dan lifehack? Klik media sosial di bawah ini

Facebook LINE