Facebook BW WA Github Cari



Artikel Cerpen List Musik Pemrograman Puisi


Karena Kita Semua Membangun Suatu Sistem yang Kokoh

30 April 2017

Apakah kamu masih suka mengeluh dengan rutinitas yang kamu lakukan setiap hari? Apakah kamu merasa bahwa kamu ini berada di dalam kekangan, berada di dalam tekanan, dan kamu merasa bahwa kamu adalah makhluk yang terikat? Ya, kamu merasa tidak seperti manusia yang selalu disebut-sebut sebagai makhluk yang bebas. Apakah kamu merasa bahwa kamu ini hanyalah robot, yang selalu hidup dengan pola-pola tertentu? Kalau kamu sedang atau pernah berpikir seperti itu, sebenarnya kamu tidak sendiri, karena sebagian besar manusia juga pernah berpikir seperti itu.

Ya, kita merasa bahwa kita diciptakan sia-sia dan akan dibinasakan.

Tentu saja kalau kita dekat dengan Allah, nggak mungkin deh kepikiran seperti itu. Bukankah Allah sendiri yang mengatakan bahwa tidak ada ciptaannya yang diciptakan sia-sia? Bukankah Allah sendiri juga mengatakan, “Apakah kalian mengira bahwa Aku menciptakan kalian hanya untuk bermain-main?” Merasa nggak, kalau Allah pernah mengatakan seperti itu? Oke, cek lagi ya, Qurannya, itu di ayat berapa…

Sekarang kita balik ke judul tulisan ini lagi ya… “Karena kita semua membangun suatu sistem yang kokoh”

Coba deh kita buka mata kita, kita buka pikiran kita, semua yang ada di dunia ini bergerak dan bekerja berdasarkan pola-pola tertentu. Misalnya saja manusia, bagaimana cara manusia merasakan sedih, marah, kecewa, takut, jijik, senang, semuanya itu ada polanya kan? Lalu, bagaimana pula cara manusia mengungkapkan sedih, marah, kecewa, takut, jijik, senang, sedih, tentu berbeda-beda pula kan? Semua emosi dasar manusia ini pun pada akhirnya dipelajari dan dikemas dalam suatu keilmuan tersendiri yang bernama psikologi; suatu cabang keilmuan yang banyak persamaannya dengan filsafat.

Suatu sistem yang kokoh…

Hidup ini adalah suatu sistem yang dibangun oleh orang-orang dahulu dan kita nikmati hari ini. Juga, kita pun kelak akan mewariskannya kepada generasi-generasi kita berikutnya. Manusia tentu akan mengalami kematian. Semua tau itu. Namun, tidak semua orang menyadari itu. Kalau kita bisa memahaminya, dan memahami pula bagaimana semua pola-pola di bumi ini bekerja, tentunya kita bisa memprediksi apa yang akan terjadi, apa yang sedang terjadi, dan tentunya kita bisa mengubah prediksi kita supaya terjadinya sesuatu sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Tiga elemen dasar pada manusia: pikiran, jiwa, dan perilaku; apakah semua ini berkaitan erat dan saling berhubungan? Ketika kita mempelajari keilmuan psikologi, terutama psikologi kognitif dan biopsikologi, kita pun akhirnya menyadari bahwa ketiga hal itu semuanya ada di otak. Lantas, mengapa seseorang bisa malas melakukan sesuatu dan malas pula berpikir hanya karena jiwanya kosong, hampa? Ketika kita mengetahui ketiga komponen ini berada di otak, tidakkah kita bisa memanipulasinya? Ya, manusia ini diciptakan bersama dengan nafsu, yang satu paket pada penciptaan manusia. Itulah mengapa kita kadang lebih menuruti emosi negatif kita dibandingkan berpikir secara jernih. Padahal, bagian otak yang mengatur emosi hanya kecil ukurannya, dibandingkan dengan bagian otak yang digunakan dalam proses berpikir.

Sumber gambar: i.ytimg.com/vi/ZTGoBVP9Q_k/maxresdefault.jpg

#artikel #sistem #rutinitas #edit

Tulisan Menarik Lainnya dalam Kategori Artikel

Baca Juga Ya


Copyright © 2018 Zen All Right Reserved - Created by Zen